Setelah Gundukan Galian Jargas, Ada Sengkang Kota Gas

Cover Art

Penulis: Andi P. Rukka

Sekarang ini, hampir di setiap jalan yang kita  lalui di Kota Sengkang terdapat banyak galian pipa -yang katanya- untuk jaringan gas (jargas). Jaraknya hanya sekitar 10 meter antarlubang, sehingga jumlah lubang menjadi begitu banyak dan rapat. Pengguna jalan harus berhati-hati kalau tidak mau terperosok. Ditambah lagi ada tanah galian di sekitar lubang yang menggunduk setinggi lebih dari 50 cm yang bisa menimbulkan masalah lain bagi pengguna jalan. Sungguh tidak nyaman. Tetapi itu adalah konsekuensi dari perubahan. Kota Sengkang sedang bertransformasi menjadi Kota Gas. Insya Allah di tahun 2021 ini, mayoritas penduduk wilayah Kecamatan Tempe dan Kecamatan Tanasitolo sudah menikmati aliran gas yang murah, aman, dan -yang pasti- tidak merepotkan.

Memang selalu ada hal-hal yang tidak menyenangkan kalau kita mau melakukan perbaikan. Saat kita merehabilitasi sebuah bangunan, kita akan menghadapi berbagai kondisi tidak nyaman. Ada bagian bangunan yang dibongkar, ada bagian yang ditambah, ada pula yang dibongkar untuk ditambahkan kembali. Butuh waktu dan butuh kesabaran. Karena perbaikan tidak akan sempurna tanpa pembongkaran yang sempurna. Proyek yang sebagian besar dananya berasal dari APBN ini bisa disebut sebagai kompensasi negara kepada masyarakat Wajo yang dari dalam perut buminya, milyaran MSCF gas alam dieksplorasi. Setidaknya, Pemerintah Pusat menggelontorkan biaya rata-rata Rp. 15 juta per sambungan rumah. 

Agar supaya semua itu tidak sia-sia, maka Pemerintah Daerah berusaha sungguh-sungguh mendukung kegiatan itu dengan mengerahkan semua potensi yang ada. Kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Daerah yang disupport penuh oleh legislator kita di DPR RI dilakukan dengan gigih karena tujuannya hanya satu: Memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin gas mengalir ke rumah-rumah mereka. 

Mari kita sambut dengan suka cita dan penuh rasa syukur, kita dukung pelaksanaannya, dan berharap setiap orang yang terlibat dalam kegiatan ini bekerja sungguh-sungguh. Maafkan gundukan bekas galian yang belum diratakan. Nikmati ketidaknyamanan yang ditimbulkannya. Insya Allah, ketidaknyamanan ini akan indah pada waktunya. Semua demi kita, masyarakat Kabupaten Wajo. Bukankah Tuhan berfirman, sesudah ada kesulitan, ada kemudahan?

Komentar Pengunjung

  1. #
    H. ANDI ARMAWIH.A.PAKI. SIP.Tuesday, 02 November 2021 - 06:32 PM

    Perubahan memerlukan Pengorbanan.. selamat Kakanda.. ide2 cemerlang dan Pemikiran2 Cerdas dari Kakanda selaku Pembantu Bupati Pada Perencanaan di wajo sangat di butuhkan. Apalagi melalui Tangan dingin Kakanda dgn Kerja2 Cerdas menjadi Suatu Kekuatan Besar dalam Membangun Kab. Wajo.. Kami hanya mendoakan semoga Kakanda selalu diberikan keteguhan hati dan Keihlasan berkarya Tuk Kab. WAJO.. selamakki Kakanda..

Tinggalkan Komentar